Kemudian siswa pelaku penusukan itu, kata dia, harus mendapat rehabilitasi psikososial anak. "Sebagai upaya recovery anak yang masih memerlukan perhatian seluruh pihak, sebelum melanjutkan sekolah," pungkasnya.
Illiza menekankan pentingnya mewujudkan pendidikan berbasiskan pada nilai-nilai agama, karakter dan peradaban bangsa di semua tingkatakan pendidikan mulai dari SD hingga SMA, untuk mencegah aksi kekerasan seperti itu terulang.
Sebagaimana diketahui siswa berinisial CB menusuk gurunya Wening Pamudji di Srandakan, Bantul, pada Rabu 20 November 2019. Sang siswa masuk ke kamar gurunya itu lalu menghujamkan senjata tajam ke korban hingga luka dan harus dirawat di rumah sakit. Penusukan itu diduga kuat karena CB terlalu mencintai gurunya yang sudah bersuami itu. Sialnya, cinta CB bertepuk sebelah tangan.
(Awaludin)