Pemerintah, kata Faisal, harus bisa mengubah pola pikir orang-orang yang terpapar radikalisme. Pemerintah harus benar-benar bisa meningkatkan kesadaran mereka dalam sistem bernegara.
"Dan radikalisme ini tidak hanya ada di Islam. Radikalisme di luar negeri juga ada, jadi bukan hanya pada Islam, karena dasar mereka ingin mengubah negara," kata Faisal.
Baca Juga: Kerap Membesuk Umar Patek, Sang Istri Selalu Bawakan Sayur
Menurut Faisal, isme-isme yang berkembang di Indonesia adalah paham yang tidak meyakini Pancasila. Mereka lahir hanya memperjuangkan ideologi mereka sendiri. Di situlah peran negara untuk mengubah pola pikir mereka.
“Apalagi selama ini mereka bergerak secara irasional," pungkas Faisal.
(Fiddy Anggriawan )