EKSPERIMEN genetik yang kontroversial untuk membuat bayi kembar China kebal terhadap HIV telah memunculkan kemarahan baru setelah dirilisnya laporan penelitian asli dari eksperimen tersebut. Para ilmuwan menuduh bahwa penelitian itu telah gagal memenuhi tujuannya dan mengabaikan etika dasar.
Jurnal MIT Technology Review pada Selasa menerbitkan sebagian dari dua makalah penelitian yang sebelumnya belum pernah dilihat, terutama yang ditulis oleh ahli biofisika China He Jiankui, yang tahun lalu berusaha menggunakan teknologi penyuntingan DNA CRISPR untuk mengimunisasi bayi kembar - Lulu dan Nana – agar kebal terhadap HIV.
BACA JUGA: Banyak Dikecam, China Hentikan Penelitian Bayi Hasil Rekayasa Genetika
Meski klaim He tentang apa yang dilakukan dalam penelitiannya sebelumnya telah mengundang sorotan, gelombang kritik baru muncul menyusul publikasi jurnal yang diperoleh MIT dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Salah satu keluhan utama adalah bahwa percobaannya yang dilakukan He tidak mencapai tujuan utamanya: menghasilkan mutasi pada gen CCR5 yang akan menciptakan resistensi terhadap HIV.
Klaim bahwa mereka mereproduksi varian CCR5 yang lazim adalah pernyataan yang keliru dari data aktual dan hanya dapat dijelaskan dengan satu istilah: pemalsuan yang disengaja,” kata Fyodor Urnov, seorang ahli genetika di Innovative Genomics Institute kepada Technology Review, sebagaimana dilansir RT, Rabu (4/12/2019).
“Studi ini menunjukkan bahwa tim peneliti malah gagal mereproduksi varian CCR5 yang lazim.”
Urnov menambahkan bahwa klaim He yang menyatakan "penyuntingan embrio akan membantu jutaan orang" juga "bagian yang delusional dan keterlaluan". Dia membandingkannya dengan gagasan bahwa pendaratan Apollo 11 dan berjalannya Neil Armstrong di bulan pada 1969 membawa "harapan" bagi mereka yang ingin tinggal di bulan.
Penggunaan CRISPR untuk memodifikasi DNA dalam embrio manusia sebagian besar merupakan wilayah yang belum pernah dijelajahi, dan efek jangka panjang pada Lulu dan Nana tetap tidak jelas. Ada beberapa prediksi bahwa bayi kembar itu akan mengalami mulai dari pengurangan umur dan komplikasi kesehatan lainnya hingga peningkatan kognisi dan peningkatan mental.