Lebih lanjut, bagi Arya alasan karena terjadinya konflik politik dikatakan sangat lemah, karena berdasarkan data dari Kemenkopolhukam, konflik yang terjadi di Indonesia banyak ditimbulkan karena hal lain.
"Sumber-sumber konflik yang terjadi di tingkat lokal bukanlah konfilk politik tetapi konflik sumber daya alam. Memang ada ada konflik politik tetapi kan tidak sbesar konflik sumber daya alam," tuturnya.
Adapun yang terakhir mengenai polarisasi yang muncul ketika terjadi kompetisi yang ketat. Arya menilai hal tersebut lemah karena tidak menimbulkan kekacauan, dan selalu menemukan jalan keluarnya.
"Nah, kalau kita lihat sejak 2018 di Pilkada maupun di Pilkada sebelumnya nyaris polarisasi itu secara dominan itu tidak terjadi, kecuali di Jakarta, di tempat lain pasca pilkada aman-aman saja, bisa ketawa bareng lagi dan seterusnya," ujar Arya.
(Arief Setyadi )