Kepala Negara menerangkan bahwa ibu kota baru nantinya akan membangun banyak klaster mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga klaster yang diperuntukkan sebagai gedung-gedung pengembangan inovasi.
"Kan banyak klaster pemerintahan, pendidikan, kesehatan, inovasi. Ini titik klaster pemerintahan, artinya Istana ada di situ, kementerian ada di situ," ucapnya.
Jokowi enggan merinci apa saja tolak ukur dari penentuan klaster-klaster pembangunan ibu kota baru itu. Ia akan terlebih dahulu berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono dan arsitek yang membangun ibu kota baru tersebut.
"Nanti dilihat. Kalau sudah dilihat tentu saja kalau sudah ke sana, feelingnya dapat, baru nanti arsitek, urban planner, semua kumpul. Benar ini bisa, iya (putuskan)," pungkasnya.
(Edi Hidayat)