"Kondisi fisik RM mulai menurun karena penyakit Malaria Tropicana yang mengerogoti tubuhnya sejak beberapa bulan yang lalu ternyata kambuh kembali. Sekitar tiga hari lamanya Serda RM bertahan melawan serangan malaria, sementara perjalanan harus tetap dilanjutkan sehingga seluruh beban ransel dipunggungnya terpaksa harus dibawakan oleh rekan seperjuangannya, sementara terbatasnya obat dan sarana kesehatan karena hanya membawa sesuai kemampuan sebagai bekal perjalanan,"kata Eko.
"Dan hari ini Serda RM sudah tidak mampu bertahan lagi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya gugur sebagai Syuhada di tengah-tengah kerumunan rekan seperjuangannya,"ucapnya.
Saat ini pihak TNI melaksanakan proses evakuasi jenazah menggunakan Helly Bel 412 milik penerbad TNI AD. Jenazah akan di evakuasi ke RSUD Timika untuk perawatan dan otopsi.
"Korban akan disemayamkan dk RSUD Timika dulu, sambil menunggu untuk proses selanjutnya," pungkas Eko.
(Khafid Mardiyansyah)