Pelopor Penghapusan Rasis
Perjalanan hidup yang keras dengan sejumlah terpaan masalah yang dialami Nyoman Rai Srimben sejak mengawali kisah cintanya dengan sang suami hingga akhir hayatnya telah menjadikannya sebagai pelopor penghapusan sara.
Dalam benaknya tak pernah terlintas sedikitpun soal status sosial, suku, agama, ras dan golongan yang harus dipertentangkan. Nyoman Rai Srimben menjalankan seluruh kehidupannya apa adanya. Meskipun faktanya kedua orang tua sangat melihat pentingnya kesamaan status sosial, namun tidak untuk Nyoman Rai Srimben. Dia tak pernah menolak dipersunting sang suami meskipun berbeda suku, agama dan status sosial.
Cintanya mengalahkan segalanya. Cinta sosok Nyoman Rai Srimben terhadap suaminya telah menghapus segala bentuk pertimbangan suku, agama, ras, golongan dan status sosial.
Setidaknya cara hidup dan pilihan Nyoman Rai Srimben itulah lalu merasuki hati dan sanubari puteranya Soekarno dalam menjalankan kehidupannya sebagai pendiri bangsa ini. Mempersatukan nusantara menjadi satu bukti bahwa perbedaan suku, agama, ras, golongan dan status sosial bukan harus dipertentangkan. Nusantara disatukan dalam perbedaan yang memperkaya bangsa ini yang kita sebut Republik Indonesia.
Nilai soal penghapusan sara yang dijalani Nyoman Rai Srimben setidaknya akan terus berbuah dan menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa yang berdiam di bumi pertiwi Indonesia ini.
(Khafid Mardiyansyah)