JAKARTA - Menara Based Transmitter Station (BTS) milik Radio Republik Indonesia (RRI) roboh dan menimpa beberapa bangunan, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) Mohammad Ruhanudin beserta jajaran langsung meninjau lokasi.
Kepada wartawan, Rohanuddin menyatakan kejadian serupa pernah terjadi pada 2005 di lokasi yang tak jauh dari sekarang. Sehingga ini adalah dua kejadian menara BTS rubuh di Radio Dalam, Jakarta Selatan mamun dengan titik berbeda.
"Kejadian mirip 2005, bencana alam. Kejadian ini mirip dengan dulu. Di sini ada tower begitu petir menyambar dia naik melompat, roboh menyeberang jalan. Saat itu hujan deras dan angin juga deras. Kali ini, anginnya juga kencang," ujar Rohanuddin di Jalan antena 7, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2019).
Baca Juga: BTS yang Roboh di Jakarta Selatan Lukai 1 Warga
Rohanuddin berkata menara yang roboh saat ini pernah menjalani perawatan untuk memeriksa dan menguatkan pada tahun 2017 silam.
"Padahal, konstruksi tower tidak tanggung-tanggung dua tahun lalu sudah direvitalisasi. Jadi ini kejadian alam hujan deras, peristiwa alam ini membuat tower yang setinggi ini dengan besi berlapis, tower bisa rubuh. Ini padahal pernah diperbaiki dua tahun yang lalu untuk antisipasi ini. Jadi ini sudah dua kali terjadi. Tapi titiknya berbeda tahun 2005 peristiwa sama," beber dia.
Selain itu, Rohanuddin mengungkapkan jika menara milik RRI yang roboh itu sudah dilengkapi dengan penangkal petir, sebagaimana salah satu syarat utama.
"Syarat utamanya pasti ada penangkal petir. Semuanya peralatan kami built up," ucapnya.
(Edi Hidayat)