"Kami dan kepala desa masih menunggu hasil penelitian oleh pihak ahlinya untuk mengetahui penyebab amblasnya tanah," kata Haedar, Senin 23 Desember 2019.
Dia menambahkan, jika melihat dari struktur tanah di lokasi lubang raksasa, sepertinya dekat dari sungai. Diperkirakan, lokasi sebelumnya diduga merupakan sungai purba.
"Jika dilihat ke dalam lubang terdapat batu dan tanahnya hampir sama dengan batu dan tanah yang ada pada sungai yang tidak jauh dari lokasi," lanjutnya.
Saat ini polisi telah mengambil langkah-langkah, yaitu memasang garis polisi di sekeliling lubang, agar warga tidak mendekat. Sehingga tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sampai saat ini tanah masih longsor diperkirakan jika turun hujan kemungkinan masih bisa terjadi longsor di sekitar lubang," ucapnya.