Kota Ini Lebih Banyak Ditinggali Kucing daripada Manusia

, Jurnalis
Rabu 01 Januari 2020 08:03 WIB
Salah Jaar dikerumuni kucing-kucing di kota Kafr Nabl, Suriah. (Foto: BBC/Mike Thompson)
Share :

Dia pergi ke mana-mana bersama Raed dan bahkan tidur di sisinya, " kata Salah Jaar.

"Kadang-kadang ketika kita berjalan di jalan ada sekitar 20 hingga 30 ekor kucing berjalan bersama kita sepanjang jalan. Beberapa dari mereka bahkan pulang bersama kita."

Ketika hari mulai gelap, gonggongan anjing-anjing liar mulai terdengar. Anjing-anjing liar ini juga lapar dan kehilangan tempat tinggal.

Mengais makanan dan tempat tidur di malam hari membuat mereka bersaing dengan kucing Kafr Nabl. Salah Jaar bersikeras, biasanya hanya ada satu pemenang dalam konfrontasi reguler ini.

"Tentu saja kucing-kucing itu! Ada lebih banyak kucing daripada anjing liar."

Meskipun orang-orang seperti Salah Jaar tidak yakin sampai kapan bisa terus bertahan, dan tidak tahu dari mana makanan mereka berikutnya datang, tampaknya selalu ada tempat untuk teman-teman berkaki empat.

"Setiap kali saya makan, mereka makan, apakah itu sayuran, mie atau hanya roti kering. Dalam situasi ini saya merasa bahwa kami berdua makhluk lemah dan perlu saling membantu," tutur Salah Jaar.

Pengeboman yang terus-menerus juga membuat kucing sering kali terluka. Sekali lagi, meskipun kekurangan obat-obatan dan hampir semua hal lainnya, Salah mengatakan segala upaya dilakukan untuk merawat kucing-kucing ini.

"Aku punya teman yang punya kucing di rumahnya. Salah satu dari mereka terkena roket yang hampir menghancurkan cakarnya. Tapi kami berhasil membawanya ke kota Idlib untuk dirawat dan sekarang sudah berjalan seperti sebelumnya," dia berkata. 

Dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang sekarang tidak jauh dari Kafr Nabl, kota itu tampaknya akan segera dikuasai. Salah Jaar mengaku khawatir, tidak hanya untuk dirinya dan teman-temannya, tetapi juga untuk populasi kucing kota.

"Kami telah berbagi saat-saat indah dan buruk, kegembiraan dan rasa sakit dan sangat banyak rasa takut. Mereka telah menjadi mitra kami dalam hidup," katanya.

Salah Jaar bersikukuh, jika yang terburuk terjadi dan dia dan yang lainnya terpaksa melarikan diri dari Kafr Nabl, mereka akan membawa banyak kucing bersama mereka.

Di tengah semua kengerian perang, tampaknya ikatan dekat telah terbentuk antara orang-orang dan hewan peliharaan yang tidak akan mudah putus.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya