Banjir Bandang Lebak, 9 Jembatan Putus dan 2 Orang Hilang

Rasyid Ridho , Jurnalis
Rabu 01 Januari 2020 20:12 WIB
Dampak Banjir Bandang di Lebak, Banten (foto: Istimewa)
Share :

LEBAK - Sebanyak sembilan jembatan putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan yang putus didominasi jembatan gantung yang menjadi akses masyarakat untuk melakukan aktivitas.

"Ada sembilan jembatan yang putus, satu jembatan permanen yang menghubungkan Kecamatan Sajira dengan Kecamatan Muncang. 8 Jembatan lainnya merupakan jembatan gantung," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi, Rabu (1/1/2020).

Baca Juga: Asik Main Hujan, Remaja SMP Tewas Terseret Banjir di Bekasi 

Putusnya jembatan penghubung antara Sajira dengan Muncang akibat derasnya aliran Sungai Ciberang pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB. Akibatnya, warga harus memutar arah mengambil jalan yang lebih jauh sekitar 50 kilometer.

Sementara 8 jembatan gantung yang putus tersebar di 6 Kecamatan yang terdampak Sajira, Cipanas Lebak Gedong, Cimarga, Maja dan Curug Bitung. "Banjir bandang yang menerjang Lebak karena memang hujan selama 24 jam terus turun," ujarnya.

 

Salah satu warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Maja, Lebak Rizki Wulandani mengatakan, jembatan gantung yang menghubungkan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor terputus.

"Itu jembatan berharga bagi anak sekolah dan masyarakat. Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan," kata Rizki.

Selain itu, banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten juga mengakibatkan dua orang warga dinyatakan hilang setelah terseret derasnya air Sungai Ciberang. Kedua warga yang hilang yakni Arsan (50) dan Rizki (8) warga Kampung Bungawari, Desa Banjar Sari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.

"Yang hilang ada dua, keduanya terbawa arus Sungai Ciberang, tepatnya di lokasi arum jeram Ciberang," kata Kaprawi.

Saat ini, karena kondisi sudah gelap tim dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI dibantu warga sekitar memutuskan untuk dihentikan. Proses pencarian akan dilanjutkan esok hari.

 

"Karena sudah gelap, proses pencarian kita hentikan sementara, dan akan dilanjutkan besok pagi," ujar Kaprawi.

Baca Juga: Jasa Ojek Gerobak, Cara Warga Mengais Rezeki di Tengah Banjir 

Sejak pukul 12.30 WIB, ketinggian air di dua sungai yakni Sungai Cibeurem dan Cidurian sudah mulai surut. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan evakuasi warga.

"Kita evakuasi warganya dulu, kemudian pemenuhan kebutuhan dasar, obat-obatan dan terakhir kita akan hitung pasca bencananya," tutur dia.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya