BEKASI - Memasuki Tahun Baru 2020, bencana banjir melanda sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Banjir disebabkan curah hujan yang intens terjadi di musim penghujan ini.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau langsung ke beberapa titik lokasi banjir. Diantaranya Perumahan Irigasi Danita di Kecamatan Bekasi Timur, Pintu Air Jembatan Lengkak, Bekasi Jaya, serta Jalan Raya RA Kartini, Bekasi Timur.
Selain berdialog dengan warga terdampak banjir, Tri juga meminta untuk disiapkan lokasi evakuasi dan pos pengungsian, demi memenuhi kebutuhan para pengungsi banjir nantinya.
"Keamanan dan kebutuhan dasar warga harus dalam posisi siap, pengungsian siap, seluruh kantor pemerintahan sekolah juga harus siap menjadi tempat pengungsian," kata Tri kepada Okezone, Kamis (2/1/2019).
Pemkot Bekasi juga menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait, untuk mendata jumlah wilayah terdampak banjir, serta kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat.
"Pemerintah harus hadir, menjamin keselamatan dan keamanan warganya. Semua jajaran harus turun tangan," tegasnya.
Tri juga menanggapi banjir di Perumahan Kemang Pratama yang mencapai leher orang dewasa. Ia mengatakan banjir disebabkan 3 tanggul yang jebol pasca diguyur hujan terus-menerus.
"Iya betul ada 3 tanggul yang jebol," ucapnya.
Baca Juga: Banjir 1 Meter Lebih, Banyak Balita dan Anak-Anak Belum Dievakuasi di Bekasi
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basoeki Hadimoeljono turut meninjau langsung banjir di Perumahan Kemang Pratama. Ia datang ke lokasi sekira pukul 21.00 WIB.
Untuk mengantisipasi banjir ke depannya, Basuki berencana melakukan manajemen design terhadap kali Bekasi. "Tahun ini akan segera dilakuan manajemen design dan secar physik. Akan ada pekerjaan untuk kali Bekasi," ucap Basuki.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, kata dia, diyakini akan mampu meminimalisir banjir di wilayah yang dialiri kali Bekasi. "Pekerjaan seperti normalisasi dan penguatan dinding," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)