"Karena air sudah tinggi, kami berusaha membersihkan perabot yang ada di bawah, kemudian dinaikkan ke atas, tapi enggak tahu kalau air sampai sepagar," katanya.
Iwan agak menyesal karena tak dari awal memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. "Kalau tahu debit air setinggi itu, mungkin mobil tidak dipindahkan ke lapangan. Eh, semua (warga) yang menaruh kendaraan di lapangan ikut terendam," kata dia.
Berdasarkan pantauan di lapangan, semua warga Vila Nusa Indah tengah membersihkan perkakas, tempat tidur, kasur, serta piring-piring yang berlumpur.
Begitu juga di lapangan tenis dekat Masjid Asifa yang berada di perumahan tersebut, terlihat puluhan mobil yang dilumuri lumpur bekas banjir. Sejumlah warga tampak membongkar semua kursi mobil dan memeriksa mesin.
(Qur'anul Hidayat)