Sky News melaporkan, ibu bocah itu, yang tinggal di tempat penampungan sementara bagi para migran di Melilla, Spanyol telah membayar seorang wanita dan pria untuk menyelundupkan putranya.
Selama bertahun-tahun, para migran, khususnya dari Asia dan Afrika menjadikan Maroko sebagai gerbang utama ke Eropa.
Pada Mei 2019, penjaga keamanan perbatasan Spanyol menemukan dua migran yang bersembunyi di dalam kasur yang diikat ke sebuah van.
Kemudian pada November, petugas perbatasan Beni-Ansar menemukan dua remaja di dalam dasbor dan di mesin mobil.
(Rahman Asmardika)