"Persoalan penyidik ada pada masalah dukungan alat bukti. Pelaku gunakan alat komunikasi yang tidak biasa sehingga penyidik kesulitan untuk mendudukkan dan mengonstruksikan kasus ini," kata Martuani seperti dikutip dari iNews.
Melalui bantuan Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Direktorat Cyber Crime, penyidik akhirnya mendapat informasi tambahan.
"Informasi ini yang kemudian menguatkan kasus ini hingga penyidik bisa merekontruksikan sebagai kasus pembunuhan berencana," ujar Martuani.
(Salman Mardira)