5 Tradisi Adu Hewan di Nusantara, Rayakan Panen hingga Tarik Wisatawan

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis
Senin 13 Januari 2020 15:29 WIB
Foto: Sindonews
Share :

3. Barapan Kebo

Jika Madura punya karapan sapi, masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) punya barapan kebo. Pada dasarnya, tradisi ini memiliki kesamaan. Namun, barapan kebo menggunakan hewan kerbau dalam menyelenggarakan tradisinya itu.

Tradisi yang juga merupakan pesta rakyat ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena tibanya masa tanam.

Barapan kebo juga dilaksanakan di arena persawahan yang sudah diairi agar saat kerbau dipacu untuk berlari bisa sekaligus menggemburkan tanah. Barapan kebo juga menggunakan sepasang kerbau.

Sang joki juga mengendalikan kerbau dengan cara berdiri di atas kareng atau semacam kayu yang berbentuk menyerupai huruf A sambil memegang tali kekang.

Adu kecepatan antara kerbau yang bertanding akan menjadi tontonan dan hiburan masyarakat Sumbawa. Pasangan kerbau yang menang dalam pacuan harganya akan melonjak tinggi. Tradisi ini juga sudah banyak mengundang wisatawan baik lokal hingga turis asing.

4. Makepung Lampit


Tradisi Makepung Lampit juga hampir sama dengan karapan sapi dan barapan kebo. Tradisi yang ada di Kabupaten Jembrana, Bali ini memiliki arti berkejar-kejaran. Tradisi Makepung Lampit terinspirasi dari permainan petani yang tengah membajak sawah.

Dua ekor sapi akan dikalungi gongseng besar atau lonceng sehingga akan berbunyi saat dua ekor sapi itu dipacu. Adapun joki disebut sais dalam tradisi ini. Para joki itu akan berpakaian ala prajurit Kerajaan Bali saat menunggangi Makepung Lampit.

Tradisi ini dipercaya sudah berlangsung sejak 1925. Uniknya, tradisi ini bukan mencari siapa yang paling cepat mencapai garis finish. Melainkan, pemenangnya adalah joki yang berhasil menjaga jarak dengan peserta di belakangnya sejauh 10 meter. Pertandingan ini diadakan di areal persawahan kosong dengan trek menyerupai huruf U dengan panjang jarak 2 kilometer.

5. Pacu Jawi

Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memiliki tradisi Pacu Jawi. Tradisi ini melibatkan sepasang sapi yang berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekira 60-250 meter.

Menariknya, joki dalam pertandingan ini tak punya lawan tanding sebab sepasang sapi hanya berlari secara bergiliran. Nantinya, para penonton yang akan menilai mana sepasang sapi yang lebih cepat serta mampu berjalan lurus.

Masyarakat Minang telah menyelenggarakan tradisi ini berabad-abad untuk merayakan hasil panen. Selain itu, Pacu Jawi juga diiring dengan pesta rakyat yang disebut Alek Pacu Jawi.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya