WASHINGTON – Sebanyak 11 tentara Amerika Serikat (AS) terluka dalam serangan rudal Iran yang mengarah ke Pangkalan Militer AS, pada 8 Januari 2020.
Sebelumnya, AS mengatakan korban dari anggota militernya terkait serangan tersebut.
Baca juga: Iran Tolak Gagasan Kesepakatan Trump Terkait Sengketa Nuklir
Baca juga: Kisah Tentara Amerika Serikat Berlindung di Bunker saat Dihujani Rudal Iran
Iran menembakkan puluhan rudal ke Pangkalan Militer AS Ain al Asad, Al Anbar, Irak sebagai balasan kematian serangan pesawat tanpa awak AS yang menewaskan komandan Pasukan Iran, Qassem Soleimani.
"Walaupun tidak ada personel AS yang meninggal dalam serangan Iran pada 8 Januari ke pangkalan udara Al Asad, beberapa personel sedang dirawat karena memperlihatkan gejala gegar otak akibat ledakan dan mereka sedang diperiksa," kata Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS mengutip Reuters, Jumat (17/1/2020).
Sebagai langkah pencegahan, beberapa tentara dibawa ke fasilitas AS di Jerman dan Kuwait untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, tambahnya.
"Kalau dianggap sudah bisa menjalankan tugas, para personel diperkirakan akan kembali ke Irak."
Personel AS yang berada di pangkalan di daerah gurun Irak, Anbar, berjumlah sekitar 1.500 orang.
(Rachmat Fahzry)