Dalam pemeriksaan juga terungkap, dokumen-dokumen tersebut sengaja dicetak sendiri oleh Toto. Kartu maupun dokumen dipersiapkan untuk meyakinkan masyarakat bahwa, keberadaan keraton tersebut diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"(Dokumen) dibuat sendiri. Ini sudah diakui oleh Toto, bahwa itu dibuat sendiri kartu-kartu itu," pungkasnya.
(Awaludin)