Tak hanya itu, para massa aksi juga meminta Yasonna untuk hadir langsung berkunjung ke daerah Tanjung Priok. Hal itu, untuk membuktikan bahwa Tanjung Priok bukanlan daerah rawan kriminal.
Meskipun tidak bertemu dengan Yasonna, massa aksi ditemui oleh jajaran pejabat Kemenkumham. Salah seorang massa aksi, Kemal Abubakar menyatakan tidak ada kesepakatan dengan pejabat Kemenkumham. Intinya, kata dia, Yasonna wajib meminta maaf karena telah menyinggung warga Tanjung Priok.
"Tidak ada dialog dalam pertemuan tadi. Kami tetep bersepakat dengan warga, ini adalah aksi ketersinggungan kita. Kita warga Tanjung Priok dibangun stigmanisasi soal kampung kriminal. Kami warga Tanjung Priok tetap akan mendesak bapak menteri untuk meminta maaf 2x24 jam secara terbuka dihadapan media ini bentuk pelecehan sosial terhadap masyarakat Tanjung Priok," kata Kemal Abubakar di lokasi yang sama.
Kemal menyatakan bahwa warga Tanjung Priok tetap ingin adanya dialog dengan Menkumham. Dia pun mengundang Yasonna untuk datang ke Priok.
"Sekali lagi hari ini kami tidak ada dialog. Kami tetap berharap. Bahkan kami mengundang Pak menteri kapan-kapan kita ngopi di Tanjung Priok. Kita pastikan bahwa Priok itu aman, Priok itu tidak kriminal," ujarnya.
(Edi Hidayat)