WABAH virus korona diketahui menyebar dari Kota Wuhan ke beberapa provinsi di China. Ditemukan juga beberapa kasus di luar China, seperti tiga di Thailand, satu di Korea, satu di Jepang, satu di Taiwan, dan satu di Amerika Serikat.
Mengutip dari BBC News Indonesia, Kamis (23/1/2020), pada Rabu 22 Januari, Kota Macau juga melaporkan kasus pertamanya. Sang pasien dilaporkan sebagai seorang wirausaha yang tiba dari Wuhan pada akhir pekan lalu.
Otoritas di berbagai negara, termasuk Australia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang menggencarkan skrining penumpang pesawat terbang dari Wuhan. Sedangkan Inggris baru akan mulai melakukannya.
Apa yang Dilakukan Pihak Berwenang di Indonesia?
Pada Rabu lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan pertemuan dadakan di Jenewa, Swiss, untuk menentukan apakah wabah virus korona jenis baru merupakan situasi Darurat Kesehatan Publik Internasional yang membutuhkan respons terkoordinasi pihak internasional. Namun, WHO memutuskan untuk tidak menyatakan status itu pada tahap ini.
Kepala Karantina Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Dokter Anas Ma'ruf mengatakan pihaknya siap mengikuti pedoman WHO jika lembaga PBB itu mendeklarasikan situasi Darurat Internasional. Ia menyatakan saat ini tidak ada restriksi terhadap perjalanan dari dan ke China.
Menurut Anas, terdapat 30 penerbangan dari China ke Bandara Soetta di Cengkareng, Banten, dalam satu hari dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai sekira 5.000 orang.
Baca juga: Indonesia Siapkan 100 Rumah Sakit untuk Antisipasi Virus Korona
Sementara itu, pihaknya meningkatkan kewaspadaan di Bandara Soekarno-Hatta yang menerima penerbangan langsung dari Wuhan.
Alat pemindai suhu tubuh alias thermal scanner telah diaktifkan kembali guna mendeteksi gejala-gejala inveksi virus korona, salah satunya suhu tubuh tinggi.
Otoritas bandara juga membagikan kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card kepada penumpang penerbangan dari negara terdampak. Penumpang yang memegang kartu tersebut dan menunjukkan gejala akan langsung dikarantina.
"Dalam rangka menjaga kewaspadaan, kami telah menyampaikan kepada seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta, terutama yang punya staf dan langsung berhadapan dengan kedatangan penumpang dari China, kita anjurkan dengan kuat untuk menggunakan masker sehingga mereka paling tidak terlindungi ketika ada penyebaran," tambah dia.
Baca juga: Cegah Virus Korona, Pemerintah Pasang Pemindai Suhu Tubuh di Bandara
Kemenkes menyatakan sudah menyiapkan 860 alat pelindung diri, 2.322 masker, dan 35.000 kartu kewaspadaan kesehatan di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari China.
Daerah-daerah itu adalah Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.