SEMARANG - Publik digegerkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah. Terlebih, keraton baru itu mengklaim memiliki kekuasan seluruh negara di dunia, dan sebagai penerus Kerajaan Mataram.
Pengacara Raja Toto Santoso dan Ratu Fanni Aminadia, Muhammad Sofyan mengatakan, dua kliennya itu tak menyangka kemunculan keraton yang didirikan bakal menggegerkan warga. Awalnya, pendirian keraton juga bertujuan sebagai destinasi wisata.
"Ekspektasi yang mereka sampaikan tidak belum muluk-muluk, tidak sampai seheboh ini. Misalnya dalam rangka untuk meresmikan keraton itu, itu keraton itu hanya dijadikan destinasi wisata," kata Sofyan kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).
Baca juga: Fanni Aminadia Dianggap Hanya Diperalat Raja Keraton Agung Sejagat
Menurutnya, peresmian keraton yang berlokasi di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan Purworejo, diawali dengan kegiatan kirab pada 10 Januari. Selanjutnya, digelar kembali ritual Wilujengan pada 12 Januari.
"Pada saat itu karena memang serba mendadak, karena Pak Toto beri dawuh atau beri petunjuk itu mendadak. Itu serba mendadak," ujar dia.
Baca juga: Keraton Agung Sejagat Lahir dari Kolaborasi Imajinatif dan Kreatif
Awalnya, pada peresmian itu para punggawa kerajaan diusulkan mengenakan pakaian biasa. Namun kemudian diganti dengan pakaian seragam ala kerajaan seperti yang viral di media media sosial.
"Bu Fanni menyampaikan pakai pakaian biasa aja, beskap atau apa. Lalu para anggota mengusulkan ada pakaian khusus kirab, makanya itu dibuatkan didesainkan pakaian-pakaian itu," terangnya.
"Yang desain pakaian itu memang Bu Fanni, karena passion-nya itu di fashion. Tapi biaya itu dari para pengikut sendiri-sendiri," pungkasnya.
(Awaludin)