"Pada saat itu karena memang serba mendadak, karena Pak Toto beri dawuh atau beri petunjuk itu mendadak. Itu serba mendadak," ujar dia.
Baca juga: Keraton Agung Sejagat Lahir dari Kolaborasi Imajinatif dan Kreatif
Awalnya, pada peresmian itu para punggawa kerajaan diusulkan mengenakan pakaian biasa. Namun kemudian diganti dengan pakaian seragam ala kerajaan seperti yang viral di media media sosial.
"Bu Fanni menyampaikan pakai pakaian biasa aja, beskap atau apa. Lalu para anggota mengusulkan ada pakaian khusus kirab, makanya itu dibuatkan didesainkan pakaian-pakaian itu," terangnya.
"Yang desain pakaian itu memang Bu Fanni, karena passion-nya itu di fashion. Tapi biaya itu dari para pengikut sendiri-sendiri," pungkasnya.
(Awaludin)