Ashraf Abdul Hamid, penyelia kereta di sitasi itu, mengatakan sang ayah tidak menggunakan terowongan pejalan kaki untuk menyeberang ke sisi lain peron.
"Sebaliknya dia [bersama dengan putrinya] menyeberang dari rel, di mana kereta barang stasioner akan melintas saat itu," kata Hamid.
"Anda memanggilnya Ayah Super, padahal dia sebenarnya ayah yang lalai," tambah pejabat itu.
Sejauh ini, ayahnya belum diidentifikasi. Tetapi saksi mengatakan dia berusia 50-an tahun sementara putrinya berusia 13 hingga 14 tahun.
(Rachmat Fahzry)