Ridlwan menerangkan, para WNI eks ISIS itu banyak di antaranya merupakan wanita dan anak anak yang sebagian besar berada di Suriah. Ia pun mengungkapkan bahwa tak semua WNI eks ISIS itu bersedia kembali ke Tanah Air.
"Ada beberapa kasus tenda WNI yang ingin pulang justru dibakar oleh temannya yang tidak ingin kembali ke Indonesia. Jadi tidak semua setuju pulang ke Tanah Air," ungkap Ridlwan.
Baca juga: Polri Beberkan 3 Hal Terkait Rencana Pemulangan 600 WNI Eks ISIS
Ridlwan menduga, para perempuan tersebut masih pro dan militan terhadap ISIS. Sehingga, mereka marah ketika ada WNI yang ingin kembali ke Indonesia.
Ridlwan menjelaskan, deteksi ideologi wajib dilakukan sebelum proses pemulangan. Dia meminta sebaiknya pemerintah tidak memulangkan WNI eks ISIS terlebih dahulu bila tak mempunyai prosedur karantina.