Kementan Aktif Lakukan Bimtek Pengendalian Hama Ulat Grayak Frugiperda

, Jurnalis
Kamis 06 Februari 2020 12:51 WIB
dok: Kementan RI
Share :

JAKARTA - Pengembangan jagung saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius yakni adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berupa ulat grayak frugiperda (Spodoptera frugiperda) yang biasa disingkat dengan nama UGF.

Kendati demikian Kementerian Pertanian terus berupaya memberikan bimbingan langkah-langkah pengendaliannya, seperti contoh di NTB.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Besar, Sirajuddin, menjelaskan, saat ini luas pertanaman jagung di wilayahnya mencapai 48 ribu ha dan 300 ha diantaranya terserang hama UGF.

“Untuk mengantisipasi serangan hama UGF agar tidak semakin meluas, harus segera dilakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat. Sehubungan dengan hal itu kami telah melaporkan serangan hama ini dan berkirim surat kepada Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementan di Jakarta untuk dibantu memberikan bimbingan teknis (Bimtek) pengendalian hama UGF kepada semua petugas dan petani kami,” ujar Sirajudin.

Dijelaskannya, Bimtek dan Gerakan pengendalian hama UGF ini dilaksanakan untuk menekan populasi hama, agar serangannya tidak menyebar, dan tanaman jagung yang terserang bisa pulih tumbuh kembali.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya