BAGHAD - Pejabat medis dan aktivis di Irak mengatakan sedikitnya delapan demonstran anti-pemerintah ditembak mati dan 52 cedera ketika terjadi bentrokan dengan pengikut ulama Shiah radikal di Irak selatan pada Rabu (5/2/2020).
Kekerasan itu muncul di tengah munculnya perpecahan baru di antara para demonstran dan pendukung ulama Shiah Muqtada al-Sadr, yang sebelumnya mendukung pembrontakan sipil di Irak itu.
Namun dia kemudian berpihak ke pihak penguasa setelah elite politik memilih Mohammed Allawi sebagai perdana menteri, seorang kandidat yang didukungnya.
Sejak itu al-Sadr melontarkan seruan membingungkan kepada pengikutnya, dan minta mereka kembali turun ke jalan beberapa hari setelah menarik dukungan untuk protes.
ð´At least six people were killed and 53 others injured in clashes in #Iraq’s southern city of #Najaf after supporters of cleric Moqtada al-Sadr stormed an anti-government protest camp. pic.twitter.com/GjqhPALhMY
— Mete Sohtaoğlu (@metesohtaoglu) February 5, 2020