Perintah yang saling bertentangan ini telah memperparah ketegangan antara demonstan anti-pemerintah dan pengikut al-Sadr, dan beberapa aktivis mengatakan, pengikut al-Sadr mengancam mereka untuk patuh kepada ulama itu atau meninggalkan tempat protes.
Menyitir VOA, Kamis (6/2/2020) bentrokan terjadi di antara pemrotes dan pengikut al-Sadr di kota suci Najaf, Irak selatan.
Menurut aktivis, pendukung al-Sadr menyerang sebuah tempat protes duduk dan membakar kemah pedemo. Demonstran berusaha mencegah mereka masuk, menggunakan tongkat, dan cedera ketika tembakan dilancarkan.
Kata dua pejabat rumah sakit dan seorang petugas kamar jenazah, delapan demonstran tewas oleh tembakan, dan 52 lainnya cedera.
(Rachmat Fahzry)