"Sudah lama ditinggalkan, dia pulang kampung ke Madura. Waktu itu Sidi (anak pertama) masih berusia 6 tahun, dan Yani (anak keduanya) berusia 3 tahun," lanjutnya.
Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, Rosiya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sehari-hari Rp25 ribu.
"Itu tidak setiap hari, kalau ada orang yang butuh ya dipakai, kalau tidak ya sudah. Kalau untuk makan ya dicukup-cukupkan. Pokok anak saya makan dulu," tambahnya.
Di sisi lain Kepala Dusun Krajan, Kasto menyatakan bila Rosiya sebenarnya juga mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai dari bantuan beras hingga bantuan lainnya.
"Mereka dapat bantuan selama ini, kami berusaha maksimal supaya mereka tetap bisa makan. Kita juga sudah ajukan program bedah rumah, program usaha ternak ayam, namun belum tembus," kata Kasto.
(Awaludin)