PASURUAN - Ningsih Tinampi, menjadi perhatian publik melalui pengobatan alternatifnya yang disebut-sebut mengundang sejumlah makhluk tak kasat mata. Aksinya gempar setelah menangani pasiennya direkam pada video dan diunggah melalui akun Youtube.
Selain itu terdapat sederet fakta menarik yang dirangkum Okezone, dari perempuan yang membuka prakteknya di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
1. Berawal dari Kondisi Suaminya
Sebelum terkenal mengobati pasien dengan metode pengobatan alternatif, Ningsih Tinampi terlebih dahulu menjadi korban ‘guna–guna’ yang dialami sang suami.
“Semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Bahkan saya pernah mau dibunuh beberapa kali. Terus tidak menghiraukan anak sama sekali,” ungkap Ningsih.
Melihat kondisi suaminya inilah yang membuat Ningsih mencari jalan keluar dengan mendatangi sejumpah dukun, guna mengobati suaminya.
“Aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah, setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa empat kali, enam kali, itu setiap hari. Pokok aku cari cara gimana suamiku sembuh,” ujarnya.
Baca Juga: Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Disidak Dinkes Jatim, Apa Hasilnya?
2. Temukan Obat Melalui Surat Fatihah
Setelah berkali–kali mengunjungi dukun, Ningsih akhirnya menemukan obat kepada suaminya di seseorang yang tepat. Orang tersebut merupakan tetangga kampungnya dan memberikan resep pengobatan pada Surat Fatihah yang menjadi awal surat dari Alquran.
“Ketemu sama orangtua, tetangga kampung, dia bilang ‘jangan diobati suamimu karena ada salah satu ilmu yang sampeyan (kamu) punya semenjak sampeyan ada di kandungan. Suatu hari orang tua itu bilang, ilmu itu sudah masuk ke badanmu. Itu ilmu murni milikmu, berupa Al Fatihah, ilmu Al Fatihah dari Allah, ilmu putih berupa perempuan cantik yang masuk ke badan,” terangnya.
Meski sempat bingung pada awalnya, Ningsing pun akhirnya mengamalkan ilmu tersebut untuk mengobati orang lain, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.
“Semua itu atas izin Allah, ada tetangga dusun yang sakit parah bahkan sampai nggak bisa gerak, hanya di atas kasur. Saya bacakan Al Fatihah, langsung bisa duduk. Keluarganya sempat nggak percaya, saya suruh jalan, ternyata sembuh. Dia itu kena santet,” beber Ningsih.