CIREBON - Ibrahim, warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hanya bisa pasrah melihat kain-kain konveksi miliknya rusak dan basah karena terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam.
Saat ditemui Okezone pada Kamis 6 Februari, Ibrahim terlihat tengah berusaha menyelamatkan kain-kain konveksi miliknya yang masih tersisa. Meski basah, ia tetap memungut kain tersebut dan menjemurnya di atas pagar rumahnya.
Ibrahim menceritakan, banjir tahun ini adalah banjir terparah. Air merendam rumahnya dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Awalnya, saat banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketinggian air hanya sampai lutut orang dewasa. Namun, selang beberapa saat ketinggian air bertambah hingga 1,5 meter.
Akibat banjir ini Ibrahim mengaku merugi hingga Rp50 juta. Ia merugi karena kain konveksi miliknya rusak dan basah. Selain itu, beberapa mesin jahitnya juga ikut terendam air.
Baca Juga: Banjir yang Melanda Cirebon Berangsur Surut
Ibrahim bisa merugi karena kain konveksi miliknya rusak dan basah, beberapa barang milik Ibrahim hanyut terbawa air. Menurutnya, banjir kali ini arusnya cukup deras.
"Tadinya cuman selutut. Kemudian bertambah. Barang saya ada beberapa yang hanyut. Kain-kain konveksi saya juga rusak. Saya memperkirakan merugi sampai Rp50 juta, " ujar Ibrahim kepada Okezone, Kamis (6/2/2020) pagi.
Masih dituturkan Ibrahim, dirinya memang sempat pergi mengungsi ke rumah saudaranya, lantaran banjir merendam rumahnya dengan ketinggian 1,5 meter. Akan tetapi, pada Kamis pagi, Ibrahim akhirnya kembali ke rumahnya karena khawatir barang berharga lain miliknya hilang.