BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menanggapi kasus kekerasan oleh seorang oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Jawa Barat, yang melakukan pemukulan terhadap muridnya karena telat dan tidak mengenakan ikat pinggang.
Kekerasan itu terekam dalam sebuah video. Video tersebut kemudian menjadi viral di jagat maya.
Baca juga: Siswa SMA di Bekasi Dipukul Oknum Guru Gara-Gara Telat dan Tak Pakai Gesper
Tri menganggap pemukulan yang dilakukan oknum guru itu seharusnya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Lebih baik guru memberikan pengajaran yang edukatif dan bermanfaat.
"Bisa juga dengan mengurangi skors nilai mereka (murid), jadi harus dilakukan secara terbuka. Bayangkan saja anak kita yang digituin (pukul)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).
Tri menyatakan saat ini tidak bisa lagi mengedepankan tindak kekerasan dalam proses belajar-mengajar. "Ya bukan zamannya lagi kekerasan. Saya rasa ini sudah bagian dari etika," ujarnya.
Seharusnya para guru memberikan hukuman yang edukatif. Misalnya dengan menghafalkan Alquran dan memberikan pekerjaan rumah tambahan.
Sebagaimana diketahui, sebuah video berdurasi 14 detik viral di linimasa media sosial. Video itu memperlihatkan seorang guru yang memukuli muridnya dengan kepalan tangan.
Baca juga: Guru SMA di Bekasi yang Terekam Pukuli Muridnya Dikenal Temperamen
Dalam video tersebut terdapat sejumlah murid berbaris di lapangan. Sebagian dari mereka berdiri dan dipukuli secara bertubi-tubi oknum guru.
Peristiwa memilukan itu terjadi di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Sekolah tersebut berada di wilayah Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.
(Hantoro)