"Kami juga menjaga kondisi psikologis kita. Kita sudah disipakan TV, musik, game, dan permainan lainnya," ujar Ivandi.
Ia mengaku sangat bersyukur bisa menyelesaikan misinya dan kembali bersama keluarganya.
Selama menjalankan tugas kemanusiaan itu, pihak keluarga mengaku sangat cemas. Apalagi, saat mereka harus menjalani masa observasi di Natuna. Mereka pun sangat lega setelah dinyatakan bebas dari virus korona (Covid-19).
"Sebelum berangkat, kita rapat terkait apa saja yang akan kami lakukan. Kita mencari tahu risiko-risiko yang mungkin kita hadapi. Kami semua merasa puas, kangen, lega, haru, semuanya bercampur aduk," tuturnya.