"Mereka memang mencari musuh kalau ada disikat sama mereka, mereka ini asal aja, memang meresahkan masyarakat," sambungnya.
Sebelum melakukan aksinya, kelompok ini melakukan survei terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan apakah ada petugas kepolisan atau tidak di lokasi yang ditentukannya untuk bentrok. Kemudian setelah survei di lapangan, kemudian para pelaku memantau media sosial.
"Para pelaku itu tau ada polisi atau tidaknya, kalau ada (aksi) mereka dibatalkan, ini ada komunikasi lewat media sosial. Janjian kapan pergi dan nongkrong," bebernya.
Saat terjadi keributan di dua lokasi. Aksi geng motor itu sempat terekam kemudian viral lantaran aksinya tergolong brutalnya. Akibatnya menewaskan seorang pemuda, Alfi dan beberapa pemuda lain terluka bacokan senjata tajam.