Menurut Mahfud, mitigasi sangat penting dilakukan untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko seperti susur sungai. “Susur sungai seperti ini mungkin tak pas kalau pakai rok panjang karena air bisa mendorong orang untuk dibawa arus tanpa mudah untuk bertahan,” ungkapnya
Di SMPN 1 Turi, Mahfud menyerahkan bingkisan bagi keluarga korban meninggal dunia. “Selalu ada keajaiban, kita masih berharap dua yang belum ditemukan dalam keadaan selamat. Saya juga sampaikan belasungkawa sebesarnya, musibah itu ada dalam skenario Allah. Kita tidak harus selalu menyesali karena ini semua berasal dari Allah,” pungkasnya.
Sebelumnya sebanyak 250 siswa SMPN 1 Turi mengikuti kegiatan kepramukaan berupa susur Sungai Sempor di Turi Sleman. Saat berada di dalam sungai, tiba-tiba sungai meluap sehingga membuat sebagian siswa hanyut.
Baca Juga: Menko Polhukam Kunjungi SMPN 1 Turi
(Fiddy Anggriawan )