JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan KRI dr Soeharso menjadi armada yang paling siap untuk mengevakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess yang saat ini tengah bersandar di perairan Yokohama, Jepang. Namun, kepastian mengenai itu masih menunggu hasil perundingan dengan pemerintah Jepang.
"Iya masih proses negosiasi Menlu dengan Jepang karena opsi kita masih antara laut dengan udara. Laut yang paling siap kapal Soeharso itu, kapal kesehatan TNI itu, ini masih ada yang perlu dibicarakan dengan pemerintah Jepang," katanya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Moeldoko tidak menjelaskan lebih lanjut saat ditanya soal opsi pemulangan WNI dengan menggunakan pesawat. Menurut dia, skema evakuasi WNI di Jepang sudah dihitung dengan baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Karena itu, Moeldoko mengimbau semua pihak menunggu keputusan resminya.
"Dihitung dengan baik oleh Menkes. Jadi tidak sekadar ambil, tapi mempertimbangkan risiko-risiko, itu sudah dihitung detail oleh Menkes berikutnya faktor-faktor psikologinya, ekonominya, dan semuanya semua sudah dihitung jadi tunggu saja ya," jelas Mantan Panglima TNI itu.
Baca Juga : Airlangga : Golkar Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020
Moeldoko memastikan pemerintah sangat berhati-hati dalam mengevakuasi 74 WNI. Ia pun membantah bila pemerintah lamban memindahkan mereka bahkan ingin membunuh secara perlahan.
"Oh enggak. Mosok warga negara (dibunuh pelan-pelan), enggak, enggak. Ini sangat teknikal ya, ini berbagai pertimbangan dari Menkes. Presiden sangat mendengarkan pandangan dari Menkes. Tunggu dulu beliau ya Menkes ada reasoning yang sangat mendetail tentang itu," ucap Moeldoko.