BOGOR - Pemerintah Arab Saudi mulai hari ini mengeluarkan edaran memberhentikan sementara kedatangan jemaah umroh dan kunjungan wisatawan di Masjid Nabawi. Hal tersebut membuat para calon jemaah umroh yang akan berangkat sangat kecewa.
Seperti yang dirasakan oleh calon jamaah umrah bernama Asep Saefudin asal Bondongan, Kota Bogor yang semestinya berangkat pada 28 Februari 2020 besok. Ia mengaku bersedih atas larangan tersebut.
Baca Juga: Cerita Jamaah Umrah yang Terdampar di Bandara Soetta karena Gagal Berangkat
"Saya hanya bisa menangis pak, sedih. Harusnya saya berangkat besok (28 Februari 2020)," ungkap Asep, saat dihubungi Okezone, Kamis (27/2/2020).
Ia mengatakan, dalam rombongannya ada sebanyak 45 calon jemaah umroh dari berbagai daerah yakni Bogor, Depok Sukabumi hingga Jakarta yang batal berangkat. Delapan orang di antaranya keluarga Asep.
"Rombongan saya itu ada 45 orang yang harusnya berangkat, kalau dari keluarga 8 orang. Yang pasti sedih, padahal semua persiapan sudah selesai visa sudah, tiket pesawat sudah, suntik kesehatan juga sudah tapi malah dibatalkan," bebernya.
Menurutnya, pemerintah Arab Saudi harusnya bisa memberikan kebijakan bagi para calon jamaah umrah yang memiliki syarat lengkap untuk diberangkatkan terlebih dahulu. Kini Asep hanya bisa menunggu kabar dari pihak terkait terkait keberangkatannya.
"Harusnya kalau ada larangan kenapa visa sudah diberikan. Mestinya yanh syarat sudah lengkap bisa berangkat dulu, nah yang belum baru ditunda dulu kalau begini kan kami sedih," tambah Asep.