JAKARTA – Tim evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess tiba di Tokyo, Jepang, Sabtu (29/2/2020).
Melalui rilis yang diterima Okezone dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, tim evakuasi WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI dan maskapai Garuda Indonesia telah bergabung dengan KBRI Tokyo. Tim evakuasi telah memulai proses persiapan untuk evakuasi para WNI tersebut dengan mengadakan rapat.
KBRI menyebut ada 3 mitra yang penting bagi kelancaran evakuasi ini dan sejak awal proses karantina ini telah dijalin hubungan baik oleh KBRI tokyo, yaitu Kemlu Jepang sebagai mitra harian Tokyo yang membantu kontak, dengan aparat kesehatan pemerintah Jepang, Manajemen Princess Cruises selaku mitra WNI, serta para WNI sendiri yang kita jaga semangatnya walaupun mereka harus bekerja saat dikarantina.
Baca juga: Pemerintah Harus Buktikan Secara Ilmiah Tak Ada Virus Korona di Indonesia
Baca juga: Melihat Suasana Pulau Sebaru di Hari Kedua Observasi 188 WNI
Dalam mempersiapkan proses evakuasi, tim gabungan pusat dan KBRI Tokyo ini bersandarkan pada protokol kesehatan Indonesia dengan perhatian pada prinsip pencegahan penyebaran virus.
“Operasi evakuasi di lapangan akan dibantu sepenuhnya oleh Kemlu Jepang, Japan Self Defence Forces (JSDF), manajemen Princess Cruises, serta Kepolisian Tokyo Metropolitan,” isi penyataan KBRI Tokyo.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Jumat 28 Februari, mengumumkan WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar Diamond Princess dijemput menggunakan pesawat Garuda Airbus 330. Namun, dua WNI ingin tetap tinggal dan menolak pulang meskipun dinyatakan negatif dari virus korona (Covid-19).