Anwar Ibrahim Angkat Suara Usai Pelantikan PM Muhyiddin Yassin

Medikantyo, Jurnalis
Minggu 01 Maret 2020 18:59 WIB
Pemimpin koalisi Pakatan Harapan Malaysia, Anwar Ibrahim (Foto: Okezone.com/Wikimedia)
Share :

KUALA LUMPUR - Pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, menyebut pihaknya harus mengambil langkah maju. Ajakan tersebut berkaitan dengan pembentukan pemerintahan baru Malaysia, di bawah Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin.

Kemelut politik Malaysia selama sepekan terakhir, menurut Anwar, hanya menambah kesulitan masyarakat di negara tersebut. Anwar enggan menjawab pertanyaan apakah dirinya merasa dikhianati oleh Muhyiddin, yang tadinya merupakan anggota Pakatan Harapan dan saat ini disebut beralih kubu menuju oposisi Barisan Nasional.

 

"Saya merasa berbesar hati untuk menerima situasi dan membentuk pemahaman bersama Dr Mahathir Mohamad, bahwa perlu ada pihak yang menyelamatkan negara ini dari penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi," ujar Anwar pada Minggu (1/3/2020) terkait pelantikan Muhyiddin.

Isu terkait kemiskinan, reformasi institusi pemerintahan, serta kesetaraan kelas sosial disebut Anwar tidak menjadi agenda penting bagi pemerintahan sekarang. Penunjukan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri baru Malaysia, seperti dikutip dari laman Malaymail, disebut Anwar penuh dengan agenda mengamankan kekuasaan oleh pihak tertentu.

Tuduhan dari Anwar ini diduga mengarah kepada partai UMNO dan PAS yang menjadi bagian koalisi Barisan Nasional. Kedua partai tersebut sudah menyatakan dukungan kepada Muhyiddin selepas pelantikannya. Saat ini, muncul sorotan akibat kasus korupsi yang dilakukan bekas pejabat asal kedua partai tersebut di masa lalu.

Dinamika pergantian pejabat Perdana Menteri dalam pemerintahan Malaysia terjadi usai Mahathir Mohamad mengajukan pengunduran diri pada 24 Februari lalu. Namun, nama Muhyiddin baru muncul sebagai pengganti terpilih dari Kerajaan Malaysia melalui pengumuman resmi pada 29 Februari 2020.

 

Muhyiddin diketahui sebelumnya berada di kubu Pakatan Harapan, bahkan memegang jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri dalam kabinet di bawah Mahathir. Namun, seiring pelantikannya sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia, Muhyiddin semakin terlihat mendapat dukungan dan berpihak kepada Barisan Nasional.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya