“Bantuan paket sembako langsung ini, merupakan “bansos khusus”. Data penerima bantuan merujuk pada yang data ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Bansos ini disalurkan untuk mengurangi beban pengeluaran mereka. Sehingga, meskipun sementara mereka tidak bekerja, tidak lantas membuat mereka pulang kampung atau mudik,” kata Mensos.
Menurut ayah dua anak ini, paket sembako langsung merupakan salah satu jenis program jaring pengaman sosial yang baru. “Sementara Kemensos juga sudah memiliki bansos reguler yaitu PKH dan Program Sembako yang sudah menjangkau warga miskin yang penetapan targetnya merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” kata Mensos.
Dengan berbagai bantuan tersebut, Mensos menekankan, bahwa semua ini merupakan langkah nyata pemerintah meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19. “Ini sebagai wujud negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Dan kami pastikan pemerintah bekerja keras menangani dampak pandemi virus korona,” kata Mensos.
Dalam rapat di Istana Bogor tadi pagi, Presiden kembali menekankan kepada semua K/L terkait, agar menyiapkan skenario-skenario yang komprehensif, bukan sepotong-sepotong atau satu aspek saja atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja.
Dari sisi hulu, Kepala Negara memandang bahwa jaring pengaman sosial atau bantuan sosial akan menjadi sebuah stimulus ekonomi, utamanya bagi masyarakat lapisan bawah di ibu kota, di tengah penanganan COVID-19. Seperti di DKI Jakarta, membutuhkan penerapan kebijakan jaring pengaman sosial terhadap warga yang membutuhkan. (CM)
(Fahmi Firdaus )