JAKARTA - Aktivitas Gunung Krakatau pada 535 Masehi disebut menjadi pemisah antara Pulau Sumatera dan Jawa. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyatakan informasi tersebut keliru.
"Enggak itu, ada yang keliru. Ada yang perlu diluruskan. Jadi sejarah erupsi Gunung Krakatau itu, jauh lebih tua dari itu, bukan ratusan ribu tahun, bukan abad. Sebelum ada manusia itu mungkin," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari PVMBG, Hendra Gunawan saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (11/4/2020).
Ia membeberkan, pemisahan antara Pulau Jawa dan Sumatera terjadi pada masa lampau bahkan jauh sebelum masehi.
"Dan itu juga posisinya sudah jadi lautan dulu itu juga. Karena kalau posisi Jawa dan Sumatera bersatu itu lebih tua lagi, jutaan tahun itu," katanya
Oleh karenanya, ditekankan Hendra, letusan Gunung Krakatau tidak penah menjadi penyebab berpisahnya Pulau Jawa dan Sumatera. Pulau Jawa dan Sumatera terpisah sebelum munculnya Gunung Krakatau
"Jadi tidak tepat kalau dibilang letusan yang tahun 500 yang lalu itu mengakibatkan pemisahan Aumatera dan Jawa. Itu lebih tua lagi itu," ucapnya.
Ia menjelaskan, Pulau Jawa dan Sumatera terpisah bukan karena letusan Gunung Krakatau, melainkan akibat adanya aktivitas lempengan di dalam bumi. Dinamika tektonik lempeng di dalam bumi, kata Hendra, yang menciptakan terjadinya Pulau Jawa dan Sumatera.