BALIKPAPAN – Dari anggaran Rp240 miliar APBD Balikpapan tahun 2020 khusus penanganan Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan Rp65 miliar untuk bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak.
Selain bansos, dana Rp12 miliar diperuntukkan proyek padat karya di lingkungan kelurahan agar masyarakat dapat memiliki penghasilan.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan alokasi dana Rp65 miliar untuk bansos kepada masyarakat yang terdampak ini akan disalurkan jelang Ramadan ini. Saat ini pihaknya tengah mendata warga yang akan menerima bansos tersebut.
“Supaya Ramadan ada bantuan. Kebetulan momennya saja pas mau Ramadan, tidak hanya umat Islam, semua yang berhak akan mendapatkannya. Nanti kita lihat apakah ada uang tunai atau semuanya natura,” ucapnya, Senin (13/4/2020).
Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Sosial Balikpapan, ada sekitar 9.000 kepala keluarga yang akan menerima bansos. Data tersebut di luar penerima BLT (bantuan langsung tunai) maupun PKH (program kelurag harapan). Jumlah gakin penerima PKH dan BLT di 2019 kurang dari 20 ribu jiwa.
“Kalau data di luar BLT dan PKH itu di Dinas Sosial kita melalui pendataan melalui kelurahan, RT melalui relawannya sosial itu sekitar 9000-an yang akan menerima,” katanya.
Sementara untuk program padat karya ini akan ditujukan pada kegiatan perbaikan jalan ataupun pembuatan drainase yang pekerjanya melibatkan masyarakat sekitar. “Supaya masyarakat ada pendapatan juga yang di kelurahan. Hampir sekitar Rp 11-12 miliar,” ujarnya.
Selain padat karya, bakal ada bantuan lain yakni natura berupa bantuan sembako atau uang tunai. Namun, saat ini masih dikaji besaran bantuan yang diberikan per kepala keluarga (KK). Mereka yang menerima ini masuk dalam kelompok gakin, UMKM, kelompok PKL, serta pekerja informal.
“Hampir semua kegiatan kita pangkas dan tunda, kecuali misalnya penanganan banjir tetap kita perhatikan,” tutunya.