Namun, sejak 2020, angka kemiskinan terus naik imbas dari adanya Pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan,sebanyak 1,1 juta orang berpotensi menjadi miskin. Bahkan, angka itu bisa naik lebih banyak lagi jika kondisi kian memburuk.
“Dalam skenario berat (angka kemiskinan) bisa naik 1,1 juta orang atau dalam skenario lebih berat kita akan 3,78 juta orang,” kata dia.
Sri Mulyani juga menjelaskan, tingkat pendapatan domestik bruto (PDB) terancam mengalami penurunan yang signifikan.
“Untuk GDP saat ini mengestimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Base line kita di 5,3% akan alami tekanan akan turun pada level di 2,3%. Bahkan dalam situasi sangat berat mungkin menurun sampai negatif growth,” cetus dia.
Untuk angka pengangguran, Sri Mulyani mengatakan, selama ini Indonesia sudah konsisten mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir. Tapi dalam situasi pandemi Covid-19 kemungkinan akan angka pengangguran mengalami kenaikan.
"Skenario berat ada kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta," tuturnya.
Jangan Timbulkan Masalah Baru
Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo berharap, dengan terpuruknya perekonomian warga akibat wabah virus ini, jangan sampai muncul musibah baru yakni, masyarakat yang kelaparan.