Pemerintah Diminta Dengarkan Warga Sultra Terkait 500 TKA China

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Kamis 30 April 2020 14:36 WIB
Foto: Ilustrasai
Share :

Menurut Saleh, kebijakan pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada para TKA itu dinilai aneh. Bahkan terkadang, kelihatan Indonesia kurang berdaulat jika sedang memenuhi tuntutan para investor tersebut.

“Kasus kedatangan TKA asal China di masa pandemi seperti ini bukan sekali ini saja. Tempo hari ada juga puluhan orang TKA asal China yang tiba di Kepulauan Riau. Itu juga menimbulkan polemik dan perdebatan. Tapi kok semakin diperdebatkan, malah tidak semakin menyusutkan langkah mereka untuk masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Disisi lain menurut Saleh ada aspek yang perlu juga diperhatikan oleh pemerintah, bahwa WNI banyak yang membutuhkan pekerjaan. Apalagi sekarang perusahaan dalam negeri yang terpaksa merumahkan para pekerjanya usai terdampak dari pandemi Covid-19.

“Salah satu manfaat investasi asing adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value. Hanya menguntungkan pihak asing saja. Wajar jika dikritisi dan dipertanyakan masyarakat,” tutup Saleh.

Sebelumnya diwartakan, di tengah wabah Covid-19, 500 Warga Negara Asing (WNA) China, akan masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya