Ibu Hamil hingga Balita Terjangkit Covid-19 & Satu Desa di Bali Diisolasi

Agregasi Balipost.com, Jurnalis
Minggu 03 Mei 2020 11:19 WIB
Ilustrasi (Foto : Balipost)
Share :

BALI - Jumlah transmisi lokal virus corona atau covid-19 di Bali bertambah dua kasus per Sabtu 2 Mei 2020. Meningkatnya kasus tersebut tentu tetap harus diwaspadai.

Tak hanya orang dewasa yang terjangkit, ibu hamil hingga yang terbaru balita berumur 4,5 tahun terinfeksi virus corona karena tertular dari orang tanpa gejala. Mayoritas merupakan tenaga kerja (naker) migran yang punya riwayat datang dari luar negeri.

Untuk ibu hamil yang merupakan warga Denpasar sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sebelumnya, ia dinyatakan terjangkit COVID-19 jenis transmisi lokal karena tertular dari suaminya, seorang naker migran.

Pada Jumat 1 Mei 2020, ia melahirkan dengan operasi sesar di RSUP Sanglah. Dikatakan Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. Wayan Sudana, ibu ini melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,66 kg.

Sementara untuk kasus terbaru seorang balita berusia 4,5 tahun dipastikan positif COVID-19 setelah hasil tes swab keduanya keluar. Sebelumnya sang balita asal Kubu, Karangasem ini, di-rapid test dengan hasil reaktif namun hasil tes swab pertamanya negatif.

Ia merupakan salah satu kontak dekat hasil tracing pasien positif pertama di Karangasem yang ada di Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem. Pasien itu merupakan seorang naker migran.

Dari data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI per pukul 12.00 WIB pada Jumat, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Bali mencapai 237 kasus. Naik sebanyak 2 kasus positif dibandingkan sehari sebelumnya, yang mencapai 235 kasus.

Penambahan kasus transmisi lokal di Bali tiap harinya terus terjadi. Pada Jumat jumlahnya bertambah 9 orang. Sedangkan Sabtu, kedua kasus baru yang dilaporkan terjadi di Bali merupakan jenis transmisi lokal. Total, kasus transmisi lokal di Bali mencapai 68 orang.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan ada dua wilayah yang menjadi perhatian. Yakni Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, dan Banjar Kaleran, Desa Padangkerta, Karangasem.

Kedua banjar sudah diisolasi. Bahkan untuk di Bangli, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID Bangli memutuskan mengarantina Desa Abuan selama 14 hari karena dari 3 banjar di sana, yakni Serokadan, Abuan, dan Sala, seluruhnya sudah ada warga positif COVID-19. Rinciannya Serokadan 19, Abuan 4, dan Sala 1 warga.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 237 kasus. Total masih ada 104 kasus yang dirawat di 10 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 237 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 229 WNI.

Dalam data sebaran kasus COVID-19 sampai 2 Mei di https://pendataan.baliprov.go.id terungkap daerah yang mengalami penambahan warga terjangkit transmisi lokal. Daerah itu adalah Karangasem (2).

Sementara itu, dilihat dari penyebaran warga terjangkit, posisi pertama masih diduduki Bangli. Bangli memiliki warga terinfeksi COVID-19 yang berjenis transmisi lokal sebanyak 19 warga.

Baca Juga : Mobilitas Tinggi Salah Satu Faktor Anak Muda Positif Covid-19

Baca Juga : Boy Rafli Dipromosi Jadi Kepala BNPT, Polri: Pengangkatannya Kewenangan Presiden

Denpasar ada di posisi kedua, dengan warga terjangkit mencapai 18 orang. Di posisi ketiga ada Karangasem dengan jumlah 11 warga terjangkit, bertambah 2 dari sehari sebelumnya.

Posisi keempat adalah Buleleng sebanyak 9 warga. Di posisi kelima, ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 4 orang. Posisi keenam ada Gianyar, dan Klungkung dengan 3 warga terjangkit.

Pada posisi selanjutnya, yakni ketujuh, adalah Jembrana dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang. Hanya Tabanan yang masih bebas dari transmisi lokal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya