"Panggung Kahanan karena kahanan atau keadaan dunia seperti ini, kahanan seniman seperti ini dan kita gotong royong. Bagaimana menyikapi? Kita milih seperti ini, yang kata Mas Didi, harus tetap dijogeti meski patah hati," lugasnya.
Menurutnya, Didi Kempot bukan sekadar seniman yang mampu mengobok-obok hati penggemarnya lewat karya. The Godfather of Broken Heart itu mampu merobohkan stigmatisasi antara kalangan tradisional dan modern. Terlebih, Didi Kempot tetap membumi di puncak popularitasnya.
"Mas Didi Kempot sangat sopan orangnya, rendah hati, solidaritasnya tinggi apalagi ketika diminta bantu teman. Itu puncak karier yang luar biasa," terangnya.
Dia pun kaget ketika kali pertama mendapat kabar berpulangnya putra dari seniman Ranto Gudel itu. Sebab, pada malam sebelumnya Didi Kempot bersama Wali Kota Surakarta dan warga tengah bakti sosial.
"Sesama kesenian tradisional, dia dorong betul agar tidak minder. Sekarang campursari menembus apa pun, semua jadi cendol dawet dan bisa menerima semuanya," tandasnya.
(Salman Mardira)