Dampak Lockdown, TKI yang Bekerja di Pabrik Saudi Hanya Digaji 50%

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Sabtu 09 Mei 2020 13:14 WIB
Ilustrasi (Dok Okezone)
Share :

JAKARTA – Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia untuk Dewan Perwakilan Luar Negeri Arab Saudi, Suaib Darwanto mengungkapkan, pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI yang menjadi buruh pabrik dilaporkan hanya menerima 50% dari total gajinya setelah adanya penerapan lockdown di Arab Saudi.

"PMI di Arab Saudi bagi yang kerja di perusahaan karena adanya lockdown banyak keluhan. Sebagian besar hanya digaji 50 persen," kata Suaib dalam diskusi MNC Trijaya 'Perlindungan Pekerja Migran di Tengah Pandemi', Sabtu (9/4/2020).

Ia memaparkan, para pekerja harian bahkan tidak mendapat gaji semenjak lockdown diterapkan. Namun, untuk PMI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dan sopir pribadi, masih mendapat gaji seperti biasanya.

"Pekerja harian tidak bekerja sama sekali," ucapnya.

Suaib menerangkan, KJRI Arab Saudi telah membagikan bantuan sembako sebanyak 1.640 paket untuk tahap pertama.

Menurut dia, saat ini mayoritas para PMI di Arab Saudi telah banyak mengeluh dan ingin segera dipulangkan ke Tanah Air. "Sekitar 75 persen PMI yang baru diberangkatkan juga tidak sesuai," katanya.

Ia pun melaporkan kepada Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, banyak PMI yang diberangkatkan ke Arab Saudi tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

Suaib menduga, para PMI tersebut berangkat ke Arab Saudi melalui para calo sehingga saat dipekerjakan, mereka tidak mempunyai keahlian dan tidak bisa berbahasa Arab.

"Ada lima orang. Dia Jedah 3 orang dan Riyadh 2 orang. Mereka tidak bisa ngomong Arab, umur muda dituakan, dan tidak biasa bekerja," kata Suaib.

Ia menambahkan, persoalan tersebut harus mendapatkan perhatian dari BP2MI lantaran telah berlangsung sejak lama.


Baca Juga : BP2MI Pastikan 125 Ribu Pekerja Migran Sudah Pulang ke Indonesia

"Karena yang susah ya KJRI dan KBRI. Sehingga agar tidak memberi peluang kepada oknum-oknum calo karena adanya pemberangkatan satu pintu bukan lebih baik malah lebih parah karena masih banyak oknum," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya