8. Bioskop dan teater akan bertahan?
Editor seni Will Gompertz mengatakan, sebagian orang berpikir dunia seni Inggris akan semakin berkembang, selama orang tetap ingin berbagi pengalaman dan menyukai acara yang menghibur.
Bioskop, teater, tempat konser, museum dan galeri akan dipenuhi kreativitas pekerja seni.
Tetapi kelompok yang pesimis khawatir tempat-tempat yang sebelumnya memberikan bakat-bakat baru akan hancur karena pengetatan anggaran.
Gompertz memperkirakan perubahan dari masa karantina wilayah ke tempat seni yang ramai tidak akan segera terjadi.
Foto: Shutterstock.
Penjarakan sosial kemungkinan besar akan membatasi kegiatan seni. Produser tetap harus mempersiapkan dan merampungkan produksinya, tetapi akan terdapat pembatasan jumlah awak film dan TV yang membuat produksi baru.
Dia memperkirakan sektor seni dan hiburan bukan hanya akan membuat kita terhibur dan terpuaskan secara intelektual, kegiatan ini malahan juga akan menjadi pelopor kebangkitan masyarakat.
9. Apakah kita akan tetap saling membantu?
Wartawan masalah keluarga Mark Easton mengatakan bahwa karantina wilayah dipandang sebagian pihak melahirkan perasaan kekeluargaan antartetangga. Hal itu dipandang tetap akan berlangsung setelah lockdown dicabut.
Tetapi di pihak lain, pembatasan karantina wilayah juga dapat membuat kita memendam ketidakpuasan, yang ketika direalisasinya akan memicu berbagai kemarahan, rasa saling menyalahkan dan balas dendam.
Yang jelas masalah ekonomi akan membebani hubungan sosial.
10. Kesejahteraan sosial tetap harus diperhatikan
Wartawan masalah sosial Alison Holt mengatakan bahwa krisis kesejahteraan sosial di Inggris semakin memburuk seperti yang telah diperingatkan oleh banyak orang.
Penduduk yang menua, kekurangan dana yang sudah berlangsung bertahun-tahun, gaji yang rendah, kekurangan staf dan kegagalan reformasi sistem.
Kita dapat memilih untuk mengakui, menghargai dan mendanai sistem terpadu, atau kita akan kembali melupakan pentingnya kesejahteraan sosial.