Ia mewakili segenap rekan pengemudi menanyakan nasib bansos berikut mekanisme yang dinilainya cukup membingungkan. Tak hanya itu, para sopir angkot ini juga memastikan nasib PSBB Malang Raya yang akan segera diajukan kepada pemerintah provinsi (pemprov).
"Kami juga ingin menanyakan mekanisme penerapan PSBB di Malang. Apakah nanti teknisnya sama dengan kota lainnya seperti di Surabaya atau Jakarta," ucapnya.
Di sisi lain, salah seorang sopir angkot, Slamet mengaku hanya bisa mengikuti langkah pemerintah untuk mengajukan PSBB meski dirinya sudah hampir dua bulan tak ada pendapatan.
"Saya kalau PSBB itu ikut pemerintah saja baiknya bagaimana. Jujur kalau melihat informasi yang beredar saya pribadi takut tertular corona itu. Makanya kita ikuti saja," kata Slamet.
(Rizka Diputra)