Pemuda di Sorong Ditembak Usai Beli Rokok di Warung

Chanry Andrew S, Jurnalis
Senin 18 Mei 2020 03:29 WIB
Korban penembakan, Yohanis (foto: istimewa)
Share :

SORONG - Seorang pemuda di kota Sorong, Papua Barat, mengalami luka serius pada bagian tubuhnya, akibat ditembak oleh penembak misterius, di sekitar jalan Frans Kaisiepo, kompleks kilo meter tujuh gunung, Kelurahan Malaingkedi, Kota Sorong Papua Barat.

Pemuda yang merupakan warga asli Papua itu bernama Yohanis Marar berusia 22 tahun saat ini tengah di rawat secara intensif di Rumah Sakit Sele Be Solu, Kota Sorong, setelah menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di tubuhnya oleh tim medis rumah sakit.

Yohanis Marar menceritakan kronologi kejadian penembakan tersebut terjadi pada hari sabtu (16/5/2020), sekitar pukul 2.00 dini hari waktu setempat. Dimana sebelum kejadian penembakan itu, dia bersama dua rekannya sedang nongkrong di rumahnya sambil membakar api untuk menghangatkan tubuh mereka.

Namun karena kehabisan rokok, Yohanis dan dua rekannya menuju sebuah warung yang tidak jauh dari rumahnya untuk membeli rokok. Saat sampai di warung, warung tersebut telah tutup, akhirnya Yohanis dan kedua rekannya kembali ke rumah Yohanis.

"Saya dan dua kawan saya ke kios (warung) untuk membeli rokok. Tetapi kios tutup, lalu kami kembali ke rumah saya," kata Yohanis kepada wartawan di RS Sele Be Solu, Minggu (17/5/2020).

Lanjut Yohanis, setelah kembali dari kios, ada sebuah mobil dari arah berlawan, dan ketika mendekat ke arah Yohanis dan dua rekannya, tiba-tiba seseorang dari dalam mobil mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan ke arah mereka. Orang tersebut melakukan penembakan sebanyak dua kali, dimana pada tembakan kedua barulah mengena diri Yohanis.

"Namun saat di tengah perjalanan menuju rumah, tiba-tiba dari arah kejauhan, kami lihat ada sebuah mobil dari arah berlawan dan setelah mobil itu mendekati kami, tiba-tiba dari dalam mobil, terlihat seseorang mengeluarkan senjata dan melepas tembakan ke arah kami bertiga. Saat tembakan pertama, kami berlari ke arah rumah, namun terdengar lagi tembakan kedua dan saat itu saya dalam posisi di belakang kedua kawan saya. Lalu terdengar lagi tembakan kedua, dan disitulah saya rasa seperti kena tembak dan saya lihat, ternyata betul, saya tertembak pada bagian belakang ini. Yang mana pelit tidak tembus namun bersarang dalam tubuh saya. Saya merasa kesakitan dan terlihat keluar darah dari tubuh saya," tuturnya.

Saat kejadian itulah, ada seorang warga yang kebetulan keluar dari rumahnya dan melihat Yohanis dalam kondisi kesakitan akibat tertembak. Yohanis kemudian di antar ke kantor Polisi terdekat untuk melaporkan kejadian itu, dan selanjutnya korban di larikan ke rumah sakit oleh petugas kepolisian.

"Pas kejadian saya sudah kesakitan, lalu ada kakak di kompleks saya yang kebetulan keluar rumah, lalu lihat kondisi saya terluka, kemudian menolong saya dan mengantar saya ke kantor Polisi untuk melaporkan kejadian itu. Namun setelah di kantor Polisi, sejumlah polisi kaget dan bergegas langsung mengantar saya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan karena luka tembak di tubuh saya," terang Yohanis.

Saat ini, Yohanis Marar korban penembakan dari penembak misterius tersebut, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sorong, RSUD Sele Be Solu. Setelah sebelumnya pihak medis melakukan operasi untuk mengangkat proyektil yang bersarang di tubuhnya. Yohanis di rawat intensif dengan menggunakan sejumlah alat bantu medis.

Pihak keluarga korban penembakan mengaku menyesalkan kejadian ini. Mereka juga merasa heran karena setelah di lakukan operasi, proyektil yang bersarang di tubuh korban langsung di bawa oleh sejumlah aparat Kepolisian tanpa alasan yang jelas.

"Kami sesalkan kejadian ini, adik kami tidak tahu apa-apa tapi kena tembak, kami juga sesalkan, setelah proses operasi, dengan tergesa-gesa, proyektil yang baru diangkat oleh dokter setelah operasi, kemudian di bawa oleh petugas kepolisian. Kami harap Polisi ungkap kasus ini," ungkap salah seorang kerabat Yohanis yang enggan namanya diberitakan.

Sempat beredar informasi di kalangan wartawan, bahwa Yohanis merupakan korban salah tembak aparat keamanan yang tengah menangkap pelaku kejahatan. Namun informasi tersebut dibantah dengan tegas oleh Kapolres Sorong kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan.

"Jadi kami juga baru tahu kejadian ini, sudah kita ambil kemarin proyektilnya yah, proyektilnya kita bantu ambil, tapi kita masih lidik itu, karena belum jelas anunya, pelakunya juga belum jelas, kita cek CCTV di sekitar lokasi kejadian juga belum kelihatan, yah mobilnya dulu yah yang kita lihat yah. Saksi-saksinya udah tahu, saksinya udah kelihatan, tapi kan kita harus cek betul, pastikan," kata Ary Nyoto Setiawan.

Saat ditanyakan soal proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban merupakan peluru dari aparat yang salah tembak saat penangkapan pelaku kejahatan, AKBP Ary Nyoto tidak dengan jelas menjawab pertanyaan tersebut. Ary mengatakan, bahwa kejadian itu berawal karena adanya kasus pemalangan dimana mereka dalam keadan mabuk dan melakukan pemalakan kemudian korban ditembak dari dalam mobil.

"Kejadian ini di awali dengan pemalangan, anak-anak ini mabuk, dia palang (lakukan pemalangan, gitu kan, dia ditembak dari mobil, informasinya seperti itu, karena kondisinya seperti itu, tapi ini belum tahu yah, baru kita lirik," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya