Gaya Rambut Terinspirasi Virus Corona jadi Tren Populer di Daerah Kumuh Kenya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2020 17:01 WIB
Foto: YouTube/Kenya Citizen TV.
Share :

Jalinan-jalinan rambut yang berdiri tegak menentang gravitasi itu jadi tampak seperti paku protein yang digunakan virus corona untuk "membuka" sel-sel manusia dan mulai menggandakan diri.

Sementara gaya rambut lain yang populer di daerah kumuh Kibera harganya 300 hingga 500 shilling (sekira Rp41.500 hingga Rp69.000), gaya rambut virus corona hanya 50 shilling dan dapat menyebarkan kesadaran tentang virus corona yang sebenarnya.

“Beberapa orang dewasa tidak percaya bahwa virus corona itu nyata, tetapi kemudian sebagian besar anak kecil tampak bersemangat untuk membersihkan tangan mereka dan memakai masker. Begitu banyak orang dewasa tidak melakukan ini, dan itulah sebabnya kami menemukan gaya rambut corona, ”kata penata rambut Sharon Refa kepada Reuters.

Sebenarnya, gaya rambut spiky telah ada selama bertahun-tahun, tetapi dengan masuknya gaya rambut dari Brasil dan China yang sangat diminati dalam beberapa tahun terakhir, gaya rambut itu menjadi ketinggalan zaman. Sekarang, pandemi Covid-19 telah membuatnya kembali populer.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya